sore ini, hari ke-8 umat muslim menjalankan ibadah shaum di bulan suci ramadhan. Alhamdulillah saya juga bisa melaksanakannya walaupun ini hari ke-2 bagi saya. tanya kenapa?? biasalah siklus wanita.^^
ada apa dengan hari ini??, sebenarnya sih ga ada "something special" tapi bukan berarti ga ada aktivitas ya !! catet tu. pada dasarnya saya ga begitu suka tempat yang jorok apalagi rumah berantakan, yah bukan karna saya orang yang perfeksionis, bukan itu. sebaliknya, berhubung saya cenderung hemat energi maka daripada membuang waktu akan lebih baik tidak usah jorok-jorokan apalagi di rumah saya. ^^
selain nyuci baju sambil shaum (loh??), nonton cartoon sambil ngambil jemuran, nyapu sambil salto (ga lah) tidur siang bukanlah favorit saya. dan hari ini saya ingin meng-invite seseorang untuk menjadi bagian dari skenario hidup saya. who is that ?? that is who i love (eh, penonton jangan bersorak yah). sepertinya saya tidak perlu mendiskripsikan bagaimana sosoknya, tapi kalau kalian penasaran silahkan baca catatan saya satu tahun lalu. iya bener yang ada postingan lama itu loh. cukup !!
jujur saja saya rindu masakan banjar seperti gangan waluh, tapi sayang sulit nyarinya kalau ramadhan gini. maka akhirnya kami pergi ke tempat makan siap saji, meja 06.
"tempatnya alay ya", katamu. kalau di perhatikan ini bukan kali pertama kita ngebahas anak alay.
"bukan tempatnya yang alay tapi tamunya", timpalku.
tapi bukan kamu namanya kalo ga punya sanggahan. sekarang aku yang diam, kamu terus bicara. atmosfernya beda gitu, saya berasa ada di tempat hipnoteraphy yang duduk manis mengikuti alur yang di buat terapis. bagaimana bisa kalimat demi kalimat meluncur bebas dari mulutmu dengan lancar tanpa hambatan, seperti sedang membaca buku.
"kamu tahu tentang retorika", sebuah pertanyaan kini menyerangku
dan yahh "aku ga tahu" ^^
"retorika itu seni berbicara", aku masih diam. "bagaimana caranya supaya pesan yang kita sampaikan bisa di mengerti oleh pendengar", sahutmu lagi.
yahh retorika atau biasa di sebut seni berkomunikasi adalah seni berbicara dengan baik yang
dicapai berdasarkan bakat alami dan keterampilan teknis. ada juga yang menyebutnya sebagai seni "memanipulasi" percakapan.
retorika menjadi sesuatu yang penting ketika kamu ingin mempengaruhi orang lain, tentunya kamu harus merebut perhatiannya atau fokuskan dia. bangkitkan kebutuhannya kemudian berikan dia petunjuk untuk bagaimana cara memenuhinya serta gambarkan keuntungan dan kerugian, akhirnya dorong dia untuk bertindak.
kita perlu mengerti dan memahami dengan cermat kondisi lawan bicara. empati akan memudahkan kita memilih cara dan sikap yang tepat agar si penerima dapat diterima dengan baik. sikap respect memungkinkan terbukanya jalinan komunikasi.
saya jadi tertarik dengan retorika karna memang saya sedikit bermasalah dengan komunikasi, kadang apa yang ingin saya sampaikan tidak semuanya bisa terwakilkan dengan kalimat yang saya utarakan.
selain itu orang sering memperhatikan bentuk dan cara berpakaian tapi lupa cara dan bertutur yang baik.disinilah ilmu retorika di perlukan semua orang dan tentunya kemampuan bertutur dan berbicara yang baik memerlukan pengetahuan dan latihan. kalau kata ustad felix sih "bisa karena terbiasa". ya habits atau kebiasaan.
berhubung sudah masuk waktunya sahur, saya kira cukup disini dulu ceracau saya subuh ini. semoga kita semua dapat saling memberi manfaat.
aamiin ^^