Rabu, 28 Agustus 2013

ssssstttt....!!!
jangan bersisik, eh maksudnya jangan berisik !! kalau kau serius ingin membacanya maka sini. mari mendekat, duduk yang manis. seperti aku (jangan protes).

mari kita mulai, tapi kau ingin aku memulai ceritanya darimana ??
ah kenapa kau jadi ikutan bingung ?? akukan belum memulainya. baik kalau begitu aku akan menceritakannya seperti air yang mengalir. iya mengallir dengan tenang dan sedikit gemercik yang mengusik telingamu. agar kau penasaran mencari sumbernya dan mengikuti setiap alurnya.

Konon di sebuah pulau yang jauh dari hingar bingar kota modern yang penuh dengan makhluk-makhluk pemuja bendawi. hiduplah seorang gadis, dia tidak jelek, dan tidak bau juga tidak sombong walaupun jarang menabung. dia tinggal di sebuah istana tepatnya di sebuah menara istana. tempat yang begitu luas, disana kau bisa melakukan apa saja, tapi tetap saja dia hanya bisa mengurung diri di dalam menara tak lebih dari itu. kenapa ?? karena memang begitu. maksudku, entahlah-- tidak ada yang tahu pasti kenapa hanya saja setiap kali dia mencoba melangkahkan kakinya meninggalkan pintu menara, sekelebat bayangan hitam selalu saja mengikutinya. bukan, tentu itu bukan batman atau superhero berjubah manapun. seperti hollow dia terus mengejar, mencekam dan membuat keringatmu mengalir seperti hempasan Waterfall.

kau bisa saja membayangkannya seperti cerita Rapunzel, tapi ini tentu sedikit berbeda karena dalam cerita ini kau tidak akan menemukan seekor naga bernama hugo atau penelope. mungkin naganya masih terikat kontrak dengan Indosiar.


-TBC-