Minggu, 25 Desember 2011

Seindah Kaktus

ini detik-detikku melihat mereka. mungkin aku yang akan pergi atau mereka yang akan meninggalkanku sendiri, entahlah. setelah kutatap lagi pot serta tumpukan tanah yang tersusun rapi dalam  rak-rak kayu. sebagian berharap laku dan tidak banyak yang berharap bertahan dalam ruang hampa seperti ini, tapi sepertinya hampir semuanya berharap laku, bagi mereka itu keberuntungan dan sialah bagi mereka yang berakhir tanpa dilirik atau diminati siapapun.

"lihatlah, sepertinya kaktus ini cantik", ucap seorang pelanggan
"kau yakin ?? lebih baik kita beli mawar saja. lebih cantik dan harum"



mereka berlalu. ya, akulah kaktus yang mereka maksud. tanaman yang berduri dan memang tidak wangi. semut saja enggan merayu.

"sial lagi", celoteh kaktus yang lain dan aku hanya tersenyum. aku sendiri tidak yakin dengan kata SIAL. bagiku sekarang atau nanti sama saja dan semua pasti akan berakhir, mungkin caranya saja yang berbeda.

malam menjelma, dewi  bulan mulai bersolek dan saatnya memejamkan kehidupan. hingga pagi yang mengejutkan datang. aku bingung sungguh bingung. tiba-tiba merasa terasingkan. tadinya mereka masih menemaniku dan sekarang.... kemana perginya mereka?.

"sedih?", tanya ulat daun yang sedari tadi mondar-mandir di sekelilingku.
"sok tahu kau, kemana perginya mereka?", kejutekanku memang sedang booming
"hmm,, dibeli"
"oh ya??"
"ya, dan kau sedihkan??"
"biasanya mereka yanng menghiburku, kurasa wajar bila sedih karena aku kehilangan mereka".
"bohomg, kau sedih karena mereka lebih beruntung''
"tahu apa kau".
"ya... kau iri"
"sembarangan"
"terkadang kita bersedih atas kesialan mereka, tapi ketika tahu mereka lebih beruntung tentunya kita akan merasa lebih sedih lagi dan itu sering terjadi tanpa disadari".

mungkin dia benar, tapi siapa dia? berani sekali menceramahiku. dia pikir dia lebih hebat dariku. dia hanyalah ulat daun.

keesokan harinya dia datang lagi dan menghampiriku.

''baik-baik sajakan?", tanya ulat daun.
"menurutmu"
"tidak"
"aku baik-baik saja"
"bohong, kau sakit"
"mana mungkin"
"warnamu memudar, kau diam bukan berarti tidak berpikir bukan??"
"aku tidak yakin akan berakhir sempurna"
"kau saja tidak yakin apalagi mereka"
"lalu aku harus bagaiman??"
"kau yang tahu itu"

dia memang selalu begitu. datang dan pergi sesukanya. dia pikir aku ini lelucon yang patut dipermainkan? entahlah.

hari-hariku berlalu dan tentunya selalu bertemankan angin dan debu-debu yang menari hebat serta berpayungkan sang mentari dan si ulat daun. aku sering jengkel dengan kecuekan tingkat akut yang dideritanya. bagaimana mungkin dia mampu membuatku merasa ketergantungan dengan kehadirannya padahal aku baru mengenalnya.

"hay..", hari inipun dia mampir lagi
"ya?"
"bolehkah aku mencubitmu", wajahnya nampak memerah
"mustahil, sampai kapanpun takkan mungkin. lihat saja jarum-jarum yang menghiasi tubuhku ini terlalu tajam untuk kau sentuh".
"memang, tapi suatu saat aku akan mencubitmu"
"kita lihat saja nanti dan jangan bersedih bila mimpimu tidak terwujud"
"setidaknya aku berani mencoba"

hey, kemana dia.... dan aaww.. dia mencubitku

"kena kau"
"kau ini, sudah kubilang jangan. lihatlah kau berdarah. arggghh... kenapa aku tercipta sebagai kaktus dan sekarang melukaimu", ucapku setengah mengutuk duri-duri yang telah melukainya dan aku yang tak mampu berbuat banyak
"tidak apa, akan lebih sakit jika aku hanya diam dan dihantui rasa penasaran atas keinginanku yang tertunda. setidaknya aku sudah mencoba dan jangan pernah takut terluka"
"sudahlah jangan bicara lagi", ucapku dengan nada tinggi
"marah??"
"......",
"hmm,, maaf ya aku tidak bermaksud membuatmu marah. tadinya aku hanya ingin mengusapmu. baiklah aku akan pergi dan bila nanti kau sudah tidak marah dan memerlukan aku. aku pasti datang, tapi bila aku tetap tidak ada, jangan takut karena aku akan baik-baik saja dan akan selalu menemanimu dari jauh"

sejak saat itu pertemuan kami menjadi langka, hingga akhirnya dia benar-benar menghilang dan kini aku sendiri lagi. aku menyesal, ya penyesalan selalu datang belakangan dan berharap waktu berputar kembalipun sepertinya sia-sia.
saat seperti inilah aku bisa menghargai betapa pentingnya peran seorang teman. andai aku bisa berlari mungkin aku akan mencarinya, tapi aku hanyalah kaktus yang hanya bisa berdiri didalam pot yang berselimutkan tanah dan pupuk. mengharapkan sinar matahari serta sedikit air untuk bertahan hidup.
kini aku mulai terbiasa lagi dengan kekosongan.

mentari berganti malam. saatnya rehat sejenak dan tidurlah dalam kedamaian, dan bermimpipun aku takut tapi aku yakin besok akan lebih baik dari hari ini.

huplaaaa...... saatnya beraktifitas dan........... dimana aku??? sungguh sebuah kejutan
apakah aku sedang bermimpi, kenapa di sekelilingku penuh dengan kaktus berbunga?? hanya kaktus dengan kualitas terbaik yang bisa berada disini. kalau aku bermimpi aku harap tidak akan pernah terbangun lagi.

"kaget", tiba-tiba seekor kupu-kupu menghampiriku
"ya"
"selamat"
"siapa kau?"
"boleh aku mencubitmu??", dia tersenyum
"ulat daun?? kau si ulat daun itu?? bagaimana mungkin??"
"inilah kuasa-Nya. kemarin aku hanyalah si ulat daun dan sekarang lihatlah sayap baruku"
"kau benar. betapa besar karunia-Nya. kemarin aku hanyalah sebatang kaktus yang terlihat garang dan sekarang lihatlah kelopak bunga yang mekar bagaikan mahkota di kepalaku. tapi kemana saja kau selama ini?"
"bermetamorfosis, sempurna itu berproses"
"ya. akupun menyadarinya. seandainya dulu aku tidak sabaran dan lebih dulu diminati mungkin aku tidak akan menjadi yang terbaik seperti sekarang ini. bagaimana kau mengenaliku?"
"kau memang berubah, tapi keindahan bukan alasan untuk membuatmu menjadi angkuh. kau masih seperti kaktus yang kukenal dulu. kaktus yang tidak manja yang tidak merengek untuk disiram setiap hari. kaktus yang mampu bertahan walau tanpa air. kaktus yang hebat dan kuat. berbeda dengan yang lain. kaulah bunga yang mekar diantara duri.






SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA BUKAN ???


m(^__^'')m



3 komentar:

  1. Mantap naaaahh,,,
    Ulat n Kaktus. yang bermetamorfosa menjadi Kupu-kupu dan Bunga yang Indah............
    Dapat ilmu baru saya!! :)

    BalasHapus